BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA

Tri Kurniawan | 10.52 | 2komentar
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

Foto: BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

*

Etika seseorang penguji promotor adalah membela atau meluruskan pertanyaan, tapi penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan ada udang dibalik batu atas kebaikan penguji promotor. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen yang menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Saya pernah protes saat dia menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), dan saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif, kreatifitas dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. ( COPAS )
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

*

Etika seseorang penguji promotor adalah membela atau meluruskan pertanyaan, tapi penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan ada udang dibalik batu atas kebaikan penguji promotor. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen yang menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Saya pernah protes saat dia menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), dan saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif, kreatifitas dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Tugas Email dan angket kelas XI

Tri Kurniawan | 20.14 | 0 komentar
Assalammualaikum..

Tugas akhir kelas XI materi Jarkom.
1. silahkan unduh ling berikut DISINI
2. isi angket yang telah diunduh.
3. kirim kembali tugas kalian lewat email. kirim ke
   wawanrupawan@gmail.com
4. silahkan dicoba yakinlah anda BISA

SOAL UTS GASAL

Tri Kurniawan | 08.51 | 0 komentar

Kelas XI.
. UTS Semester Gasal Thn 2013. SOAL


Kelas XII
- UTS Semester Gasal Thn 2013. SOAL

SOAL ULANGAN HARIAN KELAS XI SEMESTER GASAL

Tri Kurniawan | 09.49 | 0 komentar


UJI KOMPETENSI 1.
BAB I : Mengenal Internet Nama/No Absen :  
Kelas/Smt : XI/Gasal Kelas :  
A.   Pilihlah a, b, c, d, atau e sebagai jawaban yang paling tepat!
1. Pernyataan berikut yang benar tentang pengertian internet adalah ....
a. jaringan komputer yang luas atau mendunia
b. jaringan komputer yang terdiri dari dua buah
c. jaringan komputer yang menggunakan kabel
d. jaringan komputer antargedung
e. jaringan komputer antar ruang

Download klik DISINI

UJI KOMPETENSI 2.
BAB I : Mengenal Internet Nama/No Absen :  
Kelas/Smt : XI/Gasal Kelas :  
A.   Pilihlah a, b, c, d, atau e sebagai jawaban yang paling tepat!
1. Sambungan komunikasi internet dengan satelit bersifat...
  a. real time   d. temporer
  b semi temporer   e. semirealtime
  c. discontinue      

Download klik DISINI



Evaluasi Konsep CorelDraw

Tri Kurniawan | 10.04 | 0 komentar
Evaluasi Pemahaman Konsep 1.
materi CorelDraw.


EVALUASI PEMAHAMAN KONSEP. 1
A.        PILIHAN GANDA.
Pilihlah jawaban yang paling benar.

1.         Dibawah ini adalah program desain grafis, kecuali…
a.       Corel Draw                        d.   Movie Maker
b.      Photoshop                        e.   Photo editor
c.       Page Maker
2.      Ciri khusus dari desain bitmap adalah…
a.   jika diperbesar tidak pecah
b.   jika diperbesar  berubah secara kontinu
c.   terdiri dari garis vector pada sumbu x dan Y
d.  terdiri dari warna-warni pixel yg sangat banyak.
e.  menu – menunya dapat dioperasikan dengan mudah.

soal lengkap ; silahkan di download DISINI

[TUTORIAL] Tips-Trik dan Panduan Google+

Tri Kurniawan | 19.46 | 0 komentar
Sudah mencoba Google+ (Google Plus)? Ingin dapat undangan Google+ (Google+ invite)?
Google+ adalah layanan jejaring sosial yang sedang hangat dibicarakan di seantero internet belakangan ini. Dengan berbagai fitur andalannya yang dinilai lebih baik, proyek sosial-networking keluaran Google ini banyak diperkirakan bisa menggusur atau paling tidak mengurangi dominasi Facebook.
Sebagai informasi, Google sendiri menyebut layanan Google+ ini bukan sebagai produk atau aplikasi baru, melainkan menyebitnya sebagai sebuah proyek atau “Proyek Google+”, karena Google+ akan dijadikan sebagai bagian sentral dari keseluruhan identitas Google untuk membentuk kembali perusahaan raksasa internet itu.
google-plus-welcome.png
*

Fitur Google+ (Google Plus)

Kelihatannya Google telah belajar banyak dari Facebook, berikut ini beberapa fitur andalan Google+
  • Google+ diklaim memperbaiki layanan jejaring sosial yang telah ada (baca: Facebook) dengan mengedepankan fitur:
    • Circle – Mengatur hubungan online social-network yang lebih disesuaikan dengan kehidupan di dunia nyata di mana kita membagi informasi,status, share dll hanya kepada lingkaran hubungan sosial tertentu yang memang kita inginkan saja, misalnya: kita membagi foto tertentu hanya pada lingkaran teman dekat saja, tapi tidak kepada lingkaran kerja/keluarga.
    • Hangout – Dengan mudah membuat grup khusus untuk obrolan video dengan banyak orang sekaligus (live multi-person video) dalam Circle tertentu.
    • Sparks – Integrasi layanan Google Search ke dalam Google+ sehingga orang dengan mudah bisa menemukan konten web yang ingin dibahas/dishare.
  • Integrasi dengan berbagai layanan Google. Jutaan orang selama ini sudah menggunakan berbagai layanan gratis dari Google seperti search, dokumen, photo, video, maps, dan lain-lain. Dengan mengintegrasikan berbagai layanan ini ke layanan jejaring sosial, Google+ menjadi sebuah jejaring sosial yang sangat menarik dan sekaligus jadi ajang kolaborasi yang lebih produktif dari sekedar update status atau sharing online.
  • Fitur dan apllikasi mobile yang lebih baik sehingga platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+.
  • Memberi label foto dengan cara yang lebih baik. Tidak seperti Facebook yang terkesan bisa melabel seseorang yang malah bisa mengganggu orang tersebut, Google+ memberi fitur yang lebih baik untuk pengaturan privacy labelling foto.
  • Dengan prinsip bahwa data yang dimasukkan user adalah sepenuhnya milik user, Google+ memudahkan user untuk mengambil semua datanya dari layanan Google bila diinginkan, yaitu dengan Google Takeout (http://www.google.com/takeout).
Untuk lebih jelasnya silahkan buka http://www.google.com/+/demo/.
*

Tips-Trik Penggunaan Google Plus

Berikut ini beberapa tips/trik dan sedikit tutorial panduan cara penggunaan Google+.
  • Ada empat tab utama saat kita mulai menggunakan Google+ yaitu: Home, Photos, Profile, dan Circles. Pada halaman welcome page kita bisa melengkapi informasi profile dan membuat Circles (pengaturan lingkaran sosial pertemanan). Setelah itu kita bisa mengirim dan membaca update dari orang yang termasuk ke dalam circle-circle itu.
  • Di Google+ tidak memerlukan persetujuan pertemanan. Kita bisa menambahkan teman ke dalam circle tanpa perlu approve dari teman yang ditambahkan. Namun tentu saja tanpa approval (nama kita tidak di-add ke dalam circle teman itu) kita hanya bisa secara pasif menerima informasi dari teman itu kalau dia mempublish sebuah posting untuk publik saja.
  • Google+ menyediakan circle default yaitu Friends, Family, Acquaintances (kenalan), Following. Dengan demikian kita bisa langsung membagi posting namun kita bisa mensetnya untuk dibagi hanya pada circle yang kita inginkan. Namun kita juga bisa memposting ke semua circle atau pun membuatnya sebagai sebuah posting public yang bisa dilihat semua orang (termasuk oleh orang yang bukan pengguna Google+).
  • Kita tidak harus follow back orang yang menurut kita tidak kita sukai.
  • Kita bisa membagi posting, foto, video dan link melalui tombol dan kotak share.
  • Mention atau merujuk orang tertentu dengan cara menambahkan tanda + (plus) atau @ (at), misalnya +inimu atau @inimu :)
  • Saat pertama kali posting, kita tidak langsung mempublishnya sebelum kita menunjuk circle atau orang mana yang akan kita posting. Pilih Circle yang dituju, atau pilih Public untuk share ke semua orang. Kita juga bisa membuatnya sebagai posting private dengan cara mention nama sendiri. Setelah posting pertama itu Google+ mengingat pilihan kita, namun kita bisa mengubah atau menambahkannya.
  • Kirim pesan langsung ke seseorang dengan cara mention nama orang itu.
  • Bila kita ingin men-share sebuah posting yang dibuat orang lain, kita hanya bisa melakukannya pada posting yang memang diset oleh orang tersebut sebagai posting public.
  • Tombol +1 mirip dengan Like seperti yang ada di Facebook. Tab +1 di profile kita hanya menunjukkan +1 dari sebuah website.
  • Untuk membuat tulisan bold (tebal), italic (miring), dan strikethrough (coret):
    Bold: *contoh teks* hasilnya menjadi: contoh teks.
    Italic: _contoh teks_ hasilnya menjadi: contoh teks.
    Strikethrough: -contoh teks- hasilnya menjadi: contoh teks.
  • Keyboard shortcut: tombol J untuk scroll down, tombol K untuk scroll up.
  • Untuk menyembunyikan circle atau orang tertentu (yang ada di sebelah kiri) silahkan klik tab Profile lalu klik Edit Profile lalu klik bagian Circles.
  • Halaman Incoming adalah halaman dimana kita bisa melihat update dari orang-orang yang menambahkan profile kita ke dalam circle mereka tapi kita tidak memasukkan profile orang itu ke dalam circle kita.
  • Untuk melihat semua post, mention and tag photo silahkan klik Notifications di bagian Stream.
  • Semua foto yang di posting akan disimpan di Picasa (Google Photos). Semua album yang ada di Picasa bisa diliat di Google+. Untuk disable foto di profile kita, klik Edit Profile.
  • Kita bisa memanfaatkan halaman Spark untuk mencari dan share artikel-artikel yang menarik dari berbagai sumber web, dan di situ kita bisa juga menentukan atau menandai interest kita.
  • Tab Hangout? Ya untuk hangout :) yaitu untuk ngobrol online via video chat dengan sesama pengguna Google+ dalam circle tertentu yang kita inginkan.
Berikut ini ada Google+ Tiny Cheat Sheet, sebuah panduan dasar penggunaan Google Plus yang disajikan dalam bentuk infografis yang simpel, berisi cara posting pesan di Google+, trik membuat format teks, dan juga shortcut keyboard.
google-plus-tiny-cheat-sheet
Dan ini lagu Google Plus (Google Plus Song), lagu parodi ringan tapi ada sedikit penjelasan tentang Google Plus juga.
Secara default, alamat URL akun Google+ kita berformat seperti ini: https://plus.google.com/112867849741077081069 yang susah untuk diingat. Kita bisa juga menggunakan layanan pihak ketiga yaitu gplus.to (http://gplus.to) sehingga nantinya kita mendapatkan alamat cantik Google+ seperti http://gplus.to/zonsaja :) . Namun dengan catatan, berhubung gplus.to ini dibuat oleh domain pihak ketiga (bukan punya Google) yang kurang jelas supportnya, layanannya jadi kurang bisa diandalkan, misalnya bagaimana kalau domain itu kelebihan beban server sehingga alamat itu jadi tidak bisa dibuka. Oleh karena itu lebih disarankan tetap menggunakan alamat URL profile google.com yang tentunya lebih bisa diandalkan.
*

Cara Gabung / Join Google+

Situs Google+ bisa diakses lewat homepage Google (http://www.google.com atau http://www.google.co.id) lalu klik tab bertuliskan “+You” atau “+Anda” (di bagian paling kiri bar Google yang berwarna hitam), atau langsung ke alamat http://plus.google.com.
Namun untuk sementara ini, Google+ masih untuk kalangan terbatas yaitu untuk mereka yang mendapat undangan (invitation). Belum jelas kapan Google akan secara resmi merilis Google+ untuk umum. Tapi kalau memang mau mencoba, atau ingin mendapatkan undangan Google+ (Google+ invite), silahkan tuliskan alamat email di kolom komentar di bawah, nanti saya akan coba invite, dengan catatan selama sempat dan bisa :)

sumber; INImuKom

Materi Corel Draw

Tri Kurniawan | 09.48 | 0 komentar

Pelajaran 1. Mengoperasikan Sofware Corel Draw 12
A Mengenal Corel Draw12 Graphic Suite
B Mengenal Grafis BitmaP dan Grafis Vektor
C Memulai CorelDRAW 12
D Area Kerja CorelDRAW 12
   

silahkan downloaD materi DISINI



Pelajaran 2. Dasar - dasar Sofware CorelDRAW12
A Mengelola Dokumen
B Membuat Objek
C Memodifikasi Objek


Silahkan Download materi DISINI


Pelajaran 3. Membuat Karya Dengan CorelDRAW12
A Membuat Objek
B Menggabungkan Teks dengan Objek


Silahkan Download Materi DISINI

Kata - Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq

Tri Kurniawan | 21.14 | 0 komentar
Assalamualaikum sobat blogger,alhamdulillah bisa update lagi. Pada kesempatankali ini saya akan posting mengenai Kata mutiara dari sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar. Abu bakar adalah salah satu kumpulan orang yang pertama memeluk agama islam.


Kata Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq
Nah,langsung aja ke inti posting ini deh, berikut adalah Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq
Orang yang cerdas ialah orang yang takwa
Orang yang dungu ialah orang yang durhaka
Orang yang dusta ialah orang yang khianat
Orang yang benar ialah orang yang dapat dipercaya.

Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu.


Patuhilah Aku selama Aku patuh kepada Allah swt dan Rasulullah saw, bila Aku tidak mematuhi Allah swt dan Rasulullah saw, maka jangan patuhi Aku lagi.

Kami diuji dengan kesusahan, maka kami sabar, tetapi ketika diuji dengan kesenangan (kemewahan), hampir-hampir kami tidak sabar.

Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah swt.

Semenjak aku masuk Islam, belum pernah kukenyangkan perutku, demi dapat merasakan segarnya beribadah; dan belum pernah pula aku puas minum, karena sangat rindunya aku kepada Ilahi.

Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah swt tidak akan ridha kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya.

Ah, ingin aku jadi rumput saja, supaya dimakan oleh kuda (karena sangat ngerinya akan siksaan Allah).

Kita menemukan kedermawanan dalam Taqwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam Yaqin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati.

Bila telah masuk waktu salat, berdirilah kalian menuju ketempat apimu yang sedang menyala dan padamkanlah ia.

Waspadalah terhadap kebanggaan, sebab kalian akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing.

Tidak boleh seorang muslim menghina muslim yang lain.Yang kecil pada kaum muslimin, adalah besar pada sisi Allah.

Ketika beliau dipuji oleh orang-orang, beliau akan berdo’a kepada Allah dan berkata, “Ya Allah, Engkau mengenalku lebih baik dari diriku sendiri, dan Aku lebih mengenal diriku daripada orang-orang yang memujiku. Jadikanlah Aku lebih baik daripada yang dipikirkan oleh orang-orang ini mengenai diriku, maafkanlah dosa-dosaku yang tidak mereka ketahui, dan janganlah jadikan Aku bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan.

Aku adalah manusia biasa dan aku bukanlah manusia yang terbaik diantara kamu. Apabila kalian lihat perbuatanku benar, maka ikutilah aku. Tapi bila kalian lihat perbuatanku salah, maka betulkanlah.

Suatu hari beliau memanggil ‘Umar ra dan menasihati nya sampai ‘Umar ra menangis. Abu Bakar ra berkata kepadanya,“Jika engkau memegang nasihatku, engkau akan selamat, dan nasihatku adalah “Harapkan kematian selalu dan hidup sesuai dengannya.

Jika kalian mengharapkan berkah Allah, berbuatlah baik terhadap hamba-hamba-Nya.

Demikian mengenai ,Kata - Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya,wassalamualaikum.
sumber, yanayulio.blogspot.com 

Kata Kata Bijak Umar bin Khattab

Tri Kurniawan | 09.25 | 0 komentar
  بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 Assalamulaikum sobat blogger,alhamdulillah bisa update lagi. Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu bakar. Dan kali ini saya akan berbagi kata kata bijak dari sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar bin Khattab,di bawah ini adalah kata kata bijak Umar bin Khattab.


Kata Kata Bijak Umar bin Khattab
Umar bin Khattab: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)

Umar bin Khattab: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)

Umar bin Khattab: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)

Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~Umar bin Khattab

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~Umar bin Khattab

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Umar bin Khattab

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. ~ Umar bin Khattab

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ~ Umar bin Khattab

Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat.~Umar bin Khattab

Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.~Umar bin Khattab
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.~Umar bin Khattab

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut.~Umar bin Khattab

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.~Umar bin Khattab

Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang kerana mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau.~Umar bin Khattab
Demikian mengenai ,semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya,wassalamualaikum
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Guru TIK MAN Batang - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger