Tugas Membuat Test Online Menggunakan Google Form

Cara Membuat Soal (Kuis) Online di Google Drive (bag. 1)

Google Drive dengan Fitur Soal Online

Google itu lengkap fiturnya, dan kebanyakan gratis. Sudah pada tahu kan ya? Nah, karena itu kali ini kita akan mencoba menjelaskan bagaimana cara membuat soal online atau kuis atau latihan soal, bahkan ujian (tes)  yang digunakan secara online. Menarik bukan Bapak dan Ibu Guru. Yuk disimak tutorialnya berikut ini. Salah satu fasilitas milik google yang dapat dimanfaatkan secara gratis adalah google drive. Tidak hanya untuk tempat menyimpan file secara online, google drive juga bisa dipakai untuk membuat soal online.

Cara Membuat Soal Online dengan Memanfaatkan Google Drive

Sudah punya akun di google kan? Pastilah, saya yakin. Cukup dengan membuat email di google, kita sudah punya akun google. Kalau belum, Bapak dan Ibu Guru harus membuat alamat email dulu di google (gmail) supaya bisa memanfaatkan fitur Google Drive untuk membuat soal atau kuis atau ulangan secara online ini.

Baca Cara Membuat Email di Gmail (Google)

Berikut adalah langkah-langkah cara membuat soal online di google drive.
  • Pada posisi login, buka google drive anda di http://drive.google.com
  • Atau anda dapat mengklik alamat tersebut (google drive) terlebih dahulu, kemudian login.
  • Klik tombol BARU pada akun google drive anda (lihat gambar berikut).

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 12
    klik tombol baru di google drive
  • Muncul menu drop down, tampilannya seperti gambar berikut. Klik tulisan lainnya.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 11
    klik lainnya


  • Kemudian muncul menu drop down yang baru, tampilannya seperti gambar berikut. Lalu klik tulisan GOOGLE FORMULIR dengan sebuah icon berwarna ungu.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 9
    klik google formulir


  • Setelah diklik bagian Google Formulir maka akan terbuka sebuah tab baru, yaitu tab Google Formulir yang berbingkai warna ungu. Tampilannya seperti gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 8
    tutup jendela pop up tur google formulir


  • Karena anda untuk pertama kali masuk ke google formulir, maka akan ada sebuah jendela pop up yang menawarkan TUR Untuk MENGENAL TAMPILAN DAN FITUR GOOGLE FORMULIR. Anda bisa pilih IKUTI TUR jika ingin melihatnya. Dan ingin meneruskan tutorial ini, silakan klik tombol LAIN KALI atau klik tanda X di sudut kanan atas jendela pop up tersebut.
  • Sekarang perhatikan gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 7
    isi formulir dengan judul dan buat soal


  • Misalnya sebuah soal pilihan ganda yang saya buat seperti ini. (Lihat gambar).

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 6
    ketikkan batang soal dan jawaban


  • Untuk menambahkan pertanyaan, perhatikan menu yang terdapat di sebelah kanan formulir. Klik tanda + (lihat gambar berikut).

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 5
    klik tambah pertanyaan


  • berikutnya akan terbuka form untuk membuat pertanyaan baru di bagian bawah pertanyaan pertama tadi. Lihat gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 1
    ketikkan pertanyaan kedua anda


  • Demikian seterusnya sampai semua soal selesai dituliskan.
  • Kemudian beri nama dokumen soal ini dengan cara mengklik dan mengetikkan NAMA DOKUMEN (FORMULIR SOAL ONLINE) sesuai yang anda inginkan. Formulir ini akan tersimpan di google drive anda. Lihat gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 2
    beri nama dokumen soal online anda


  • Setelah soal-soal ditulis satu per satu, perhatikan menu yang ada di sebelah kanan atas. Lihat Gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 3
    beberapa menu penting lainnya


  • Menu-menu tersebut adalah:
  • Pengaya, yang berisi Choice eliminator 2 dan doc Appender
  • Pallet Warna, untuk mempercantik tampilan dengan mengubah warna
  • Pratinjau, untuk melihat bagaimana kuis online ditampilkan di layar komputer siswa. 
  • Setelan, untuk mengatur bagaimana settingan kuis (soal online kita) yang terdiri dari beberapa menu penting seperti apakah siswa harus login dan hanya dapat memberikan kali 1 tanggapan saja, notifikasi apakah jawaban sudah terkirim atau belum, apakah siswa dapat melihat skornya, dan lain-lain. Untuk menu setelan ini akan kita bahas pada tutorial selanjutnya.
  • Langkah berikutnya adalah klik menu TANGGAPAN yang terdapat di sebelah kanan menu PERTANYAAN pada formulir soal kuis anda. Perhatikan Gambar berikut.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini 4
    merekam tanggapan atau jawaban siswa di google drive formulir


  • Akan terbuka tab TANGGAPAN seperti gambar berikut. Lalu aktifkan TANGGAPAN (artinya menerima jawaban yang diberikan siswa) sehingga tombol tanggapan berwarna ungu.

  • cara membuat soal atau kuis online di google drive untuk ujian atau tes siswa sangat mudah. baca tutorial ini
    mengaktifkan tanggapan (rekaman jawaban)

  • Perhatikan tanda titik 3 buah yang berderet ke bawah. Di sana dengan mengkliknya nanti, kita bisa mendownload jawaban yang diberikan siswa setelah mereka mengikuti ujian online dalam bentuk file excel.
  • Berikutnya, soal kuis online sudah dapat dipublikasikan, dalam bentuk email, atau memberikan link, atau menyematkannya ke blog atau website dengan cara mengklik menu KIRIM yang ada di bagian layar sebelah kanan atas.
  • Oh ya, untuk mengatur mana jawaban yang benar, kita harus bekerja di bagian file excel tempat nanti siswa mengirimkan (merekam) jawabannya. Untuk ini nanti akan kita buat tutorial khusus.
Demikian Cara Membuat Soal (Kuis) Online di Google Drive Bagian 1. Tunggu tutorial lanjutannya ya.

MATERI PRESENTASI KELAS X SEMESTER GASAL


BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografi.   download
BAB 2. Sejarah Pembentukan Muka Bumi.  download

RPP



RPP KELAS 10 .
SEMESTER 1
 RPP 1.
Download
 RPP 2.
Download
 RPP 3.
Download
 RPP 4.
Download
 RPP 5.
Download
 RPP 6.
Download
 RPP 7.
Download

RPP KELAS 10 .
SEMESTER 2
 RPP 1. OS Komputer
 RPP 2. Manajemen File
 RPP 3. Ikon MS Word
 RPP 4. Menggunakan Menu dan Icon
 RPP 5. Tabel dan Grafik
 RPP 6. Mail Merge
 SILABUS
Download

RPP KELAS 11 .
SEMESTER 1
 RPP 1. Hardware Untuk Akses Internet
Download
 RPP 2. Mendiskripsikan ISP
Download
 RPP 3. WWW sbg sumber Informasi
Download
 RPP 4. Identifikasi IE
Download
 RPP 5. Menggunakan Web Browse
Download
 RPP 6. Bertukar Informasi Menggunakan E_Mail
Download
 RPP 7. Mengelola Email
Download

RPP KELAS 11 .
SEMESTER 2
 RPP 1. Lingkungan Kerja MS Excel 2007
 RPP 2.  Operasi Dasar Excel
 RPP 3.  Formula
 RPP 4.  Menyisipkan Objek
 RPP 5.  Pencetakan Dokumen
 SILABUS
Download
 PROMES
Download

RPP KELAS 12 .
SEMESTER 1
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download

RPP KELAS 12 .
SEMESTER 2
 RPP 1. Memulai Power Point 2003
 RPP 2. Membuat Slide Presentasi
 RPP 3. Mem Presentasi dg Var Tabel
 RPP 4. Menyisipkan Gb n diagram
 Silabus smt genap.
Download
 RPP 1.
Download
 RPP 1.
Download

Multimedia: Free Studio 2013, Kumpulan Program Multimedia



Harga: Gratis (freeware)
Sistem: Windows XP/Vista/7/8
Info: www.dvdvideosoft.com
Highlights:
Cukup dengan satu program ini, Anda sudah bisa membuat file multimedia untuk segala kebutuhan, mulai dari PC hingga smartphone.

CHIP.co.id - Free Studio 2013 merupakan program multimedia all-in-one yang memiliki banyak fungsi, seperti konversi, pembuatan album DVD, CD audio, slideshow, dan masih banyak lagi. Ada sekitar 48 freeware yang bisa Anda temukan di dalam program ini.
Saat pertama kali dijalankan, interface-nya terlihat didesain modern dan memiliki animasi menarik untuk setiap opsinya. Dari 48 freeware tersebut, program ini membaginya dalam delapan kategori, yaitu YouTube, MP3 & Audio, CD/DVD/BD, DVD & Video, Photo & Images, Mobiles, Apple Devices, dan 3D. Anda cukup mengklik salah satu kategori tersebut dan program akan menampilkan banyak freeware yang berhubungan dengan kategori yang Anda pilih tadi.
Program ini juga mendukung banyak format multimedia. Pengoperasiannya cukup mudah karena hanya mengandalkan drag and drop saja untuk memasukkan file sumber ke dalam program

Materi TIK MA





PENGENALAN KOMPUTER
Kelas X Semester GANJIL
1
  Fungsi dan Cara Kerja Alat TIK DOWNLOAD
2
  Fungsi dan Proses Kerja Jartel DOWNLOAD
3
  Hardware dan Periperal DOWNLOAD
4
  Membuat Naskah dengan daftar dan Tabel DOWNLOAD
5
  Menggunakan Beberapa Program Aplikasi DOWNLOAD
6
  Program w Explore, Antivirus dan Calculator DOWNLOAD
7
  MS Word
DOWNLOAD
8
  Sejarah Komputer DOWNLOAD



MATERI EXCEL
Kelas XI Semester Genap
1
  Menu MS Excel Download
2
  Bekerja dengan MS excel Download
3
  Mengatur Workbook dan Worksheet Download
4
  Mengatur Tampilan Lembar Kerja Download
5
  Bekerja dengan Operasi Bilangan Download
6
  Menggunakan Fungsi Dasar Download
7


8





INTERNET dan JARINGAN COMP
Kelas XI Semester GANJIL
1
  Sejarah Internet DOWNLOAD
2
  Internet dan Intranet DOWNLOAD
3
  Jaringan Komputer DOWNLOAD
4
  Perangkat Keras Akses Internet DOWNLOAD
5
  WWW Sebagai sumber Informasi DOWNLOAD
6
  Mengenal web Browser DOWNLOAD
7
  Kecepatan Akses Internet
Download
8
  Menggunakan Web Broser Download




COREL DRAW
 

Kelas XII Semester GANJIL
1

DOWNLOAD
2

DOWNLOAD
3

DOWNLOAD
4

DOWNLOAD
5

DOWNLOAD
6

DOWNLOAD
7


8




POWER POINT 2007
Kelas XII
 Semester GANJIL
1
  Menjalankan Power Point 2007 DOWNLOAD
2
  Memulai Sebuah Presentasi DOWNLOAD
3
  Mengatur Tampilan Kerja DOWNLOAD
4
  Mengatur Layout dan Themes DOWNLOAD
5
  Memodifikasi Bancground slide dan Format DOWNLOAD
6
  Memodif Present dg Menyisipkan Gambar dan Audio DOWNLOAD
7
  Menggunakan dan Memodifikasi Slide Master
DOWNLOAD
8
  Memodifikasi Presentasi Menggunakan Animasi DOWNLOAD

TUGAS ANGKET KELAS XI


INTRUKSI:
1.  BUKA LINK INI  TUGAS ANGKET atau TUGAS ANGKET 2
2.  DOWNLOAD dan isi lengkap angketnya
3.   Simpan dengan nama file kalian.
4.  Kirim lewat email ke alamat wawanrupawan@Gmail.com

CATATAN PAGI


Selamat pagi kawan...
Rutinitas kembali yg tak pernah berhenti, selama detak jantung dan hembusan nafas masih keluar dari hidung kita. Tdk ada kata lain terucap kecuali kata syukur alkhamdulilah ya rab, yg telah memberi nikmat sehat dan nikmat rezeki di hari ini.

Bunda Berdusta pada Kami


Ketika ananda dulu makan……
bunda memindahkan nasi punya bunda pada kami… bunda berdusta dengan mengatakan “Bunda tidak lapar, makanlah nak”
Ketika kami mendapatkan ikan dari hasil pancingan, bunda memasak masakan yang enak dan bergizi dengan ikan tersebut,
bunda hanya memakan sisa ikan tersebut…
bunda berdusta kepada kami….. “Makanlah nak…. bunda tidak suka ikan…..
Ketika kami dalam kesulitan…..
kami semua harus sekolah…
suatu malam kami terbangun melihat bunda masih bekerja demi agar kami bisa sekolah….
ketika kami tanya “Bunda kenapa belum tidur?”….Bunda berdusta pada kami….
“Cepatlah tidur lagi nak…Bunda Tidak capek kok”
Ketika kami baru masuk sekolah dasar dan kami masih enggan masuk sekolah…
bunda mengantarkan kami, bunda menunggu kami, ketika lonceng berbunyi….
bunda menyambut kami dengan sebotol teh manis dengan peluh dan keringat yang membasahi Bunda…kami pun memberikan kembali botol tersebut pada Bunda…
tapi Bunda berdusta kepada Kami dengan mengatakan ….
Bunda belum haus minumlah dulu……..
Bunda…….kami masih ingat ketika kami memakan 1 telor dadar yang diiris-iris dan dibagi untuk ananda dan adik-adik ….
Ananda bertanya mana telor untuk Bunda…….
Bunda berdusta dengan menjawab..
“Nanti Bunda masak lagi…………….
Bunda , ketika Bunda dengan tubuh yang lemah terbaring sakitpun,
Bunda tersenyum kepada kami dengan menahan rasa sakit yang sangat.
Bunda masih berdusta pada kami……..
kami tak kuat menahan air mata kami. Tapi Bunda masih berdusta dengan mengatakan
” jangan menangis sayang…..bunda nggak apa-apa……
Bunda kami tahu sekarang arti dusta Bunda kepada kami…..
Bunda teramat sayang dan cinta kepada kami..
Masih senantiasa teringat dalam benak kami…
Ketika kami muda betapa Ibunda ingin memeluk kami ..
tapi kami mengunci kamar kami…..
Ketika sebagian dari kami lulus SMA Ibunda kami menangis terharu…..
tapi kami malah berpesta dengan teman-teman kami..
Ketika Ibunda & Ayahanda kami membayar uang kuliah dan mengantar kami kuliah pertama…
tapi kami malah minta diturunkan di gerbang kampus karena malu dengan teman-teman kami..
Ketika mereka membantu biaya pernikahan…..
akan tetapi malah kami menjauh pindah beratus kilometer dari mereka …
Ketika dia memberi nasehat cara merawat bayi……tetapi kami malah berkomentar “Maaf Bunda zaman sudah berubah……
Ketika mereka memendam rindu ingin bertemu kami…akan tetapi apa Jawaban kami “Maaf Bunda kami sibuk dengan pekerjaan kami……………
Ketika di Usia mereka lanjut dan sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatan kami….
sebagai gantinya malah kami membaca pengaruh negatif orangtua yang menumpang di rumah cucu-cucunya……
Sehingga ketika sebagian dari orangtua kami Engkau Panggil….
Baru terasa seperti sebuah palu godam yang meremukan hati kami…
ternyata kami belum melakukan apapun untuk kedua orangtua kami…
Untuk itu Ya Allah ampunilah kedurhakaan kami…
Ya Allah senantiasa perbaiki ahlak kami…
Ya Allah rahmatillah senantiasa orangtua kami.
Ya Allah cintailah/kasihilah/sayangilah mereka sebagaimana mereka demikian sayang kepada kami………
Bunda terima kasih atas segalanya…………..
Bunda kami rindu padamu saat ini…..
Bunda kami ingin engkau hadir bersama kami………
Bunda maafkan segala kenakalan kami…………..
Ya Allah ampunilah kedurhakaan kami……
Ya Allah rahmatillah senantiasa ayah bunda kami kami.
Ya Allah cintailah…. Kasihilah….. sayangilah mereka sebagaimana mereka demikian sayang kepada kami……………………………………..
Ya Allah Berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat ( Rabbana atina fid dunia hasanah wa fil akhirati hasanah wakina ‘adza bannar )

BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

Foto: BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

*

Etika seseorang penguji promotor adalah membela atau meluruskan pertanyaan, tapi penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan ada udang dibalik batu atas kebaikan penguji promotor. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen yang menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Saya pernah protes saat dia menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), dan saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif, kreatifitas dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. ( COPAS )
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

*

Etika seseorang penguji promotor adalah membela atau meluruskan pertanyaan, tapi penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan ada udang dibalik batu atas kebaikan penguji promotor. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen yang menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Saya pernah protes saat dia menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), dan saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif, kreatifitas dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.